Posts

Showing posts from May, 2025

5 Film Indonesia yang Menggetarkan Hati

Image
  Cr. freepik/freepic.diller Jakarta, 24 Mei 202 5 - Industri film Indonesia terus berkembang dan menghadirkan berbagai karya yang tak hanya menghibur, tapi juga menggugah emosi serta membuka ruang refleksi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah sinema tanah air berhasil mengeluarkankan film-film yang berani mengeksplorasi tema cinta, psikologi, spiritualitas hingga mistis dengan pendekatan yang unik. Dari drama percintaan remaja yang penuh luka hingga horor dokumenter yang terasa nyata, berikut ini lima film Indonesia yang layak kamu tonton dan resapi maknanya. 1. Posesif Posesif adalah gambaran nyata tentang bagaimana cinta bisa berubah menjadi jebakan emosional. Film ini mengangkat kisah Lala, seorang atlet loncat indah SMA yang jatuh hati pada Yudhis, cowok baru yang misterius namun manis. Hubungan mereka yang awalnya terlihat sempurna perlahan berubah menjadi hubungan yang menekan, penuh kontrol, dan cemburu berlebihan. Lewat sudut pandang Lala, penonton diajak menyaksikan...

Kerja 24/7 Bukan Gaya Kami: Gen Z Mau Karier, Tapi Nggak Mau Kehilangan Diri

Image
  Cr.123rf Jakarta, 21 Mei 2025 - Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif, muncul satu sikap unik dari generasi termuda di dunia profesional saat ini: Gen Z. Generasi yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an ini dikenal vokal dalam menyuarakan nilai-nilai hidup yang seimbang. Bagi Gen Z, kerja 24/7 bukanlah simbol loyalitas, melainkan tanda sistem kerja yang tidak sehat. Istilah kerja 24/7 , yang berarti bekerja tanpa henti sepanjang waktu, kini menjadi hal yang ditolak mentah-mentah oleh banyak anak muda. Mereka lebih memilih budaya kerja yang mendukung work-life balance, memperhatikan kesehatan mental, dan memberi ruang untuk aktualisasi diri di luar pekerjaan. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang melihat lembur sebagai bentuk dedikasi, Gen Z justru mempertanyakan praktik tersebut. Mereka menolak gagasan bahwa kerja 24/7 adalah satu-satunya jalan menuju sukses. Banyak dari mereka yang lebih memilih pekerjaan dengan fleksibilitas waktu, cuti yang manus...

Demo Ojek Online Tuntut Keadilan Tarif dan Jaminan Sosial

Image
  Cr. Agil Trisetiawan Putra/detikJateng Jakarta, 20 Mei 2025 - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang seharusnya menjadi momen refleksi persatuan bangsa, justru diwarnai dengan aksi besar-besaran para pengemudi ojek online di berbagai daerah. Ribuan driver dari berbagai platform aplikasi turun ke jalan dalam demo ojek online yang digelar serentak di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Aksi yang berlangsung damai ini menyoroti berbagai tuntutan yang selama ini dianggap diabaikan oleh perusahaan aplikasi dan pemerintah, mulai dari ketidakjelasan sistem tarif, potongan komisi yang tinggi, hingga tuntutan akan jaminan sosial dan perlindungan kerja. Demo ojek online ini menjadi salah satu aksi terbesar dalam sejarah transportasi daring di Indonesia, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Dalam pernyataan resminya, perwakilan driver ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menyampaikan lima tuntutan utama dal...

Hari Raya Waisak, Menghidupkan Kedamaian di Era Modern

Image
  Cr. ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN Jakarta, 12 Mei 2025 - Hari Raya Waisak merupakan momen yang sarat makna bagi umat Buddha, sekaligus menjadi pengingat universal tentang pentingnya kesadaran, kasih sayang, dan ketenangan dalam menjalani kehidupan. Setiap tahun, Hari Raya Waisak dirayakan pada saat bulan purnama di bulan Waisak dalam kalender lunar, bertepatan dengan tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha Gautama: kelahiran di Taman Lumbini, pencerahan di bawah pohon Bodhi, dan parinirvana di Kusinara. Ketiga peristiwa tersebut membentuk inti dari peringatan Hari Raya Waisak . Namun lebih dari sekadar momen historis, menghadirkan ruang kontemplatif yang melintasi batas usia dan generasi. Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat dan penuh tekanan, ajaran yang dibawa oleh Sang Buddha menjadi relevan untuk dijadikan pedoman, terutama oleh generasi muda yang hidup di era digital. Perayaan Hari Raya Waisak di Indonesia memiliki kekhasan tersendiri. Prosesi suci dari Ca...

Paus Leo XIV, Pemimpin Baru Umat Katolik

Image
Cr. REUTERS/Guglielmo Mangiapane Jakarta, 12 Mei 2025 - Asap putih yang mengepul dari cerobong Kapel Sistina, Kamis (8/5/2025), menjadi tanda bahwa konklaf telah menghasilkan keputusan. Sebanyak 133 kardinal telah sepakat memilih Paus baru yang akan memimpin 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia. Kardinal asal Amerika Serikat, Robert Francis Prevost, terpilih sebagai Paus ke-267 dan memilih nama Paus Leo XIV , nama yang penuh makna dan isyarat arah kepemimpinan yang akan ia jalani. Terpilihnya Robert Prevost terjadi pada hari kedua konklaf, setelah dua kali pemungutan suara sebelumnya gagal menghasilkan keputusan, yang ditandai dengan keluarnya asap hitam dari cerobong. Sejak dimulai pada Rabu (7/5) sore, para kardinal melakukan pemungutan suara secara tertutup di Kapel Sistina, mengikuti tradisi berabad-abad dalam menentukan pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Pemilihan nama “Leo” oleh Paus Leo XIV bukanlah keputusan sembarangan. Dalam sejarah Gereja Katolik, nama yang dipilih seo...

Met Gala 2025, Lebih dari Sekadar Fashion Show

Image
  Cr. Instagram/jennierubyjane Jakarta, 08 Mei 2025 - Met Gala 2025 kembali mencuri perhatian dunia. Bukan hanya karena busana-busana mewah yang ditampilkan para selebritas, tetapi juga karena tema yang diangkat tahun ini, yaitu “Superfine: Tailoring Black Style.” Tema tersebut membawa napas baru dalam dunia mode, mengangkat sejarah, budaya, dan identitas kulit hitam lewat eksplorasi fashion yang lebih dari sekadar tren musiman. Setiap tahun, Met Gala menjadi panggung megah yang ditunggu-tunggu pecinta fashion. Acara amal tahunan ini diselenggarakan oleh Anna Wintour dan Museum Seni Metropolitan di New York untuk menggalang dana bagi Costume Institute. Tapi di balik gaun glamor dan jas berkilau, Met Gala selalu mengusung pesan yang mendalam melalui tema yang mereka pilih. Tahun ini, pesan tersebut terasa begitu kuat dan relevan, terutama dalam konteks sosial dan budaya saat ini. Superfine dan Sejarah Gaya sebagai Perlawanan Tema “Superfine: Tailoring Black Style” terinspirasi dar...

Tanggal Merah Mei 2025 Hadirkan Dua Long Weekend

Image
  Cr. SHUTTERSTOCK Jakarta, 7 Mei 2025 – Bulan Mei 2025 menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh para pekerja dan pelajar di Indonesia. Pasalnya, kalender nasional menunjukkan bahwa akan ada sejumlah tanggal merah Mei 2025 yang memberikan kesempatan untuk rehat sejenak dari aktivitas harian. Bahkan, ada dua kesempatan long weekend yang bisa dimanfaatkan untuk liburan atau berkumpul bersama keluarga. Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri telah menetapkan daftar hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2025, dan Mei menjadi salah satu bulan dengan jumlah libur terbanyak.  Tidak hanya terdapat hari libur nasional, namun juga cuti bersama yang jatuh berdekatan dengan hari libur tersebut. Yuk, simak daftar lengkapnya dan rencanakan liburanmu mulai sekarang!  Daftar Lengkap Tanggal Merah Mei 2025  Berikut ini adalah daftar tanggal merah Mei 2025 berdasarkan data resmi:  • 1 Mei (Kamis) – Hari Buruh Internasional  • 15 Mei (Kamis) – Hari Ra...

Hari Pendidikan Nasional, Momentum Perubahan Pendidikan

Image
  Cr. Humas Pemerintah Aceh Jakarta, 02 Mei 2025 - Setiap tanggal 2 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional . Tanggal ini dipilih untuk mengenang hari lahir Ki Hadjar Dewantara, tokoh besar yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Ia bukan hanya pendiri Taman Siswa, tetapi juga pemikir hebat yang menanamkan filosofi pendidikan merdeka yang relevan hingga saat ini. Peringatan Hari Pendidikan Nasional lebih dari sekadar agenda tahunan. Momentum ini menjadi cermin besar bagi bangsa untuk mengevaluasi perjalanan dunia pendidikan. Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, peringatan ini mengingatkan semua pihak bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. Ki Hadjar Dewantara mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tapi juga pembentukan watak, nilai, dan moral. Filosofinya yang terkenal, “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,” bukan sekadar sloga...